Assalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh!
Alhamdulillah, setelah berpikir beberapa waktu, saya akhirnya mendapatkan topik yang bagus untuk diperbincangkan, apalagi topik yang saya bawa memang erat kaitannya dalam dunia pendidikan.
Lembaga bimbingan belajar, membantu siswa atau justru menurunkan fungsi guru di sekolah?
Seperti yang kita ketahui, lembaga bimbingan belajar (kita akan sebut bimbel) adalah lembaga yang bergerak dalam dunia pendidikan, dan berjalan di luar jam sekolah. Bimbel sudah menjadi hal yang umum di dunia pendidikan, terdiri dari berbagai macam pilihan bimbel dari A sampai Z, juga biaya yang bermacam - macam. Namun, tidak sedikit para pelajar yang lebih mengandalkan bimbel daripada sekolahnya.
Bimbel - bimbel yang tersebar di seluruh Indonesia, saya patut akui, pendirinya adalah orang - orang hebat, dan tentunya memiliki tujuan yang baik, dengan tujuan "Meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia" atau mungkin tujuan dengan bahasa "kasarnya" adalah, agar pelajar di sekolah lebih memahami materi pelajaran yang diajarkan. Eitss.., mari kita titik beratkan pada kalimat yang saya garisbawahi.
Dengan kalimat barusan, kita harusnya sadar, artinya pelajar kurang memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya di sekolah. Secara tidak langsung, guru di sekolah berarti masih belum maksimal dalam menyampaikan materi pelajaran, ditambah banyak pelajar yang "malas" untuk belajar sendiri di rumah, menumbuhkan niat untuk memilih bimbel saja.
Tidak ada masalah dengan hal ini, pelajar memilih salah satu bimbel karena mereka sadar akan kemampuan mereka, tidak bisa belajar sendiri di rumah, tetapi yang jadi masalah adalah biaya, sekalipun ada yang murah dan ada yang mahal, tapi tetap pelajar harus mengeluarkan uang lagi selain untuk sekolah, dan bisa menjadi buruk (menurut saya) jika pendidikan itu hanya sekadar bisnis.
Ditambah lagi dalam hal Ujian Nasional, bimbel yang semakin eksis itu seakan menentukan semuanya, tau apa materi yang akan diujiankan, sehingga pelajar mau membayar lebih hanya untuk kisi - kisi yang diberikan oleh bimbel. Bimbel juga bisa menggerogoti kedaulatan guru - guru di sekolah. Oh iya, ini bukan pernyataan saya, tetapi pernyataan Mendikbud soal bimbel, Muhadjir Effendy seperti yang dikutip dari JPNN.
Kesimpulan dan solusinya, sebaiknya kita membantu pendidikan konvensional, yang sudah disediakan oleh pemerintah, bukannya melarang bimbel, toh bagus, hanya jangan sampai mengambil kedaulatan guru. Guru di sekolah juga harus mampu mendorong muridnya agar semangat dalam belajar. Intinya sih, saling mendukung, jangan saling menjatuhkan, toh pendidikan juga untuk menyiapkan pemimpin - pemimpin bangsa, sekiranya itu hehe.
Wassalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Comments
Post a Comment
Diskusi, saran, dan kritik yang membangun kita butuhkan bersama untuk ikut membangun Indonesia yang lebih baik.